Ini Masih Hangat :
Selamat datang di Blogku Dududth Blog | Jangan Lupa berkunjung Ke Website Baru saya ya, ayo ayo :D jangan lupa dibaca juga loh di Bahrul.com | Dijamin gak rugi kok. Jangan lupa ya kunjungi website saya yang Bahrul.com | Thanks kaka :)

Welcome

Kalau gak suka tinggal close aja blog ini

Ahlan wasahlan

Please visit my Other Web :)

ibu dan ayah

Terima kasih ayah dan ibuk :) Love you ({})

Showing posts with label Asal Usul. Show all posts
Showing posts with label Asal Usul. Show all posts

Wednesday, 16 October 2013

Biodata Stiil Virgin dan Download Lengkap Album Stiil Virgin Full album terbaru 2013

Stiil Virgin 

Lagu pertama yang aku dengar dari band ini adalah DEAR NDUT ~~~pertama kali aku dengerin kayak sudah familiar banget sama lagu ini, entah dimana aku dengerin, so pasti enak banget ini lagunya. 
STILL VIRGIN adalah sebuah band yang berasal dari kota depok. Band ini bergenre rock/pop punk. Band ini di gawangi oleh : Satrio - Guitar,adrie - Guitar,Irmaz - vocal,Fachmi - Bass,rexa - Drums




lagu - lagu still virgin :1. still virgin - hate to miss someone ---> play now --- download
2. still virgin - grow fat with you ---> play now --- download
3. still virgin - until one day i marry you ---> play now --- download
4. still virgin - dear ndut ---> play now --- download
5. still virgin - merangkai imajinasi ---> play now --- download

Monday, 7 October 2013

Pria berhidung dua


Pria Asal China Miliki Hidung di Atas Dahi
Saat ini Xiaolian memiliki dua hidung di wajahnya.
Mona Indriyani
Kamis, 26 September 2013, 09:03 WIB
Xiaolian dengan dua hidung (Mirror.co.uk)
Xiaolian dengan dua hidung (Mirror.co.uk)

VIVAlife - Seorang pria China memiliki dua hidung di wajahnya. Namun, hanya satu hidung yang dapat berfungsi, yaitu hidung yang terletak di dahi. Pria yang bernama Xiaolian itu mengalami kecelakaan mobil pada Agustus 2013.

Akibat insiden tersebut, hidung pria usia 22 tahun hancur dan tidak dapat berfungsi kembali. Dokter di rumah sakit Fuzhou, tempat ia dirawat, mengambil tindakan untuk membuat hidung baru, agar Xiaolian dapat bernafas, seperti yang ditulis Mirror.

Dengan menggunakan expender jaringan kulit, dokter membuat transplatasi hidung. Ahli bedah mengatakan, hidung buatan ini tetap dapat berkembang dengan baik karena dibantu oleh tulang rawan yang diambil dari tulang rusuk Xiaolian.

Meski memiliki dua hidung saat ini, nantinya Xiaolian akan memiliki satu hidung. Hidung di dahinya akan dipindahkan ke tempat aslinya, tentu jika hidung buatannya tersebut benar-benar berkembang dengan baik. (umi)

Sunday, 17 February 2013

Mengenai sejarah Gresik khususnya SEJARAH PULAU MENGARE terlengkap dan Jelas InsyaAllah


Gresik, Riwajatmoe Doeloe: Pemanfaatan Sumber Daya Air di Gresik Awal Abad ke-19

Oleh Abizar Purnama, S.S.
           
            Syahdan, suatu hari Otong sedang santai bersepeda keliling GKB. Dari rumahnya dia meluncur cepat ke bunderan, melewati Unmuh, GKA, terus bablastembus ke jalan menuju Alfamidi. Di perempatan itu tiba-tiba sepedanya terhenti karena ada seorang pria setengah baya mau bertanya.
Rupanya, orang itu sedang kesasar. Dia mendekat pada Otong, “Dik, dari sini kalau mau ke Gua Lawa itu lewat mana ya?”. Otong cuma garuk-garuk kepala. Ia tak tahu di mana letak Gua Lawa. Kalau pun tahu, Otong bingung setengah mati bagaimana cara menjelaskan arah jalannya. Kontan Otong menjawab, “Bapak lurus saja! Terus kalau ada orang agak tua duduk-duduk, nah.. silakan tanya sama beliau.”. Si bapak cuma melongo.
Kebanyakan di antara kita memang telah lama berada di kota ini, tapi sebagian besar itu juga masih merasa asing dengan Gresik. Kita begitu hafal dengan arah jalan di sekitar rumah kita, tapi kalau sudah ke area di luar itu betapa bingungnya. Betapa terasingnya kita.
Sahabat CIKAL, pernah tidak melamunkan pertanyaan ini: Berapa tahun ya saya tinggal di Gresik? 7 tahun? 11 tahun? Atau bahkan ada yang sudah 30 tahun lebih? Dari sekian tahun itu apa saya sudah mengenal dan akrab dengan kota tercinta ini ya?

***
Asal Usul Nama Gresik
            Gresik itu artinya apa sih? Sahabat CIKAL, terlebih dahulu kita cari tahu berbagai sumber sejarah tentang cikal-bakal penamaan kota kita ini.
            Menurut Banun Mansur, Gresik berasal dari kata qaar-syaik dalam bahasa Arab yang artinya tancapkan sesuatu. Kalimat ini merupakan perintah nakhoda kapal dari Arab kepada anak buahnya untuk menancapkan jangkar karena kapal akan berlabuh.
            Ada pula pandangan bahwa dulu bangsa Belanda menyebut penduduk asli kota ini dengan kata Girische, artinya orang-orang Giri (pada saat itu kerajaan Giri masih berdiri). Sebagaimana mereka menyebut Inlandsche untuk pribumi Indonesia (inlander) dan Hollandsche untuk kalangan Belanda.
Sedangkan untuk wilayah kotanya, Belanda menyebut dengan kata Grissee. Dari sebutan Girische dan Grissee itulah orang-orang lebih mudah mengucapnya dengan kata Gresik. Hal ini dapat Sahabat CIKAL lihat sendiri di sebuah rumah yang kini digunakan untuk usaha warung kopi di dekat Perguruan Muhammadiyah Gresik.
            Pandangan lain menyebutkan kata Giri-isa yang artinya raja bukit. Sebutan itu merupakan gelar penguasa kerajaan Giri. Hal ini juga dikuatkan oleh kutipan dalam serat Centhini, sebuah karya sastra terkenal yang terbit pada sekitar tahun 1800 dengan sebutan yang sama.
            Di lain versi, Thomas Stanford Raffles dalam bukunya History of Javamenyebutkan bahwa Gresik berasal dari kata Giri-gisik yang artinya tanah tinggi di tepi laut.
            J.A.B Wisselius mengatakan bahwa Gresik sebelumnya bernama Gerwarase. Nama ini terkenal hingga tahun 1720. Kata yang mirip dengannya juga disebut di dalam Babad Gresik dengan kata Gerawasi, artinya tempat istirahat atau berlabuh.
            Selain itu, ada juga yang menyebut secara gamblang dengan kata Gresik, yaitu Prasasti Karang Bogem di Bungah. Prasasti ini memuat nama Gresik dalam bahasa Jawa Kuno: “… Hana ta kawulaningong saking Gresik warigaluh ahutang saketi rong laksa….” Artinya “… Kemudian ada seorang warga kami berasal dari Gresik seorang nelayan yang berutang satu kati dua laksa….”.
            Sebenarnya banyak sekali versi yang lain, seperti bangsa Portugis menyebutnya Agace ketika pertama kali datang ke sini tahun 1513, atau di dalam peta buatan pelayar Belanda pada awal abad ke-17 yang menyebut pelabuhan di muara Bengawan Solo, Mengare, Bungah dengan kata Jaratan (Jortan).
Selain itu, ada juga bukti prasasti di dekat makam Poesponegoro, bupati Gresik yang pertama, di kompleks makam Malik Ibrahim yang menyebut Gresik dengan nama Tandes. Sahabat CIKAL pasti tahu kalau Tandes merupakan batas Gresik dengan Surabaya. Kata ini juga diperkuat dengan peristiwa pemberian tanah oleh Raja Brawijaya kepada Nyai Tandes pada tahun 1412. Nyai Tandes merupakan ibu angkat Sunan Giri yang bergelar Nyai Ageng Pinatih. Beliau menjadi syahbandar Gresik (pemimpin pelabuhan) sejak tahun 1458 hingga meninggal (tahun 1483) dan dimakamkan di dekat pelabuhan.
            Pada dasarnya, berbagai versi yang ada merupakan cikal-bakal terbentuknya istilah Gresik untuk menyebut kota kita ini. Bukan sekadar kata yang tidak bermakna, juga bukan sekadar singkatan dari seger lan resik (segar dan bersih) atau gegere gusiken (punggungnya bersisik—karena sering terkena air laut yang mengering).
            Di lain hal, ada satu yang menarik, yaitu pada awal abad ke-15 bangsa Tionghoa yang mendarat di Gresik. Mereka menyebut kota kita ini T’se T’sunartinya perkampungan kumuh. Beberapa tahun kemudian setelah ada pembenahan kota, bangsa Tionghoa menyebut Gresik dengan kata T’sin T’sun yang berarti Kota Baru. Hal tersebut tertulis dalam keterangan Rouffaer dalam KITLV (Koninlijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde disebut juga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda) seri ke-7, V 1906, halaman 178, Leiden, Belanda.
Barangkali, meskipun belum terbukti, H. Bisri yang mengembangkan perumahan GKB memberi nama Gresik Kota Baru karena terinspirasi dari sebutan orang-orang Tionghoa tersebut.

Seperti Apa Sih Gresik Dulu?!
            Tahukah kamu?! Kabupaten Gresik terletak pada titik 7o—8o Lintang Selatan dan 112o—115o Bujur Timur. Luas wilayahnya 1.174,07 km2 yang mencakup daratan di Pulau Jawa seluas 977,8 km2 dan di Pulau Bawean 196,27 km2. Batas utara adalah Laut Jawa, selatan Sidoarjo dan Mojokerto, timur Selat Madura dan Surabaya, dan barat dengan Lamongan. Dengan demikian, wilayah Gresik jauh lebih luas daripada negara Singapura lho...
Gresik terbagi menjadi 18 kecamatan yang terdiri atas 357 desa/kelurahan. Ada 4 wilayah kelurahan yang menjadi pusat Gresik, yaitu Kauman, Bedilan, Pulopancikan, dan Desa Gapura Sukolilo. Keempat wilayah tersebut mengitari alun-alun dengan titik pusatnya dibangun tugu tepat di tengah alun-alun. Hayooo.. Siapa yang pernah ke alun-alun Gresik, tetapi tidak tahu buat apa sih dibangun tugu di sana?!
            Berdasarkan data dalam buku karya Door J. Hageman J.E.Z., Batavia Lange & Co., pada tahun 1852 jumlah penduduk Gresik sekitar 20.000 jiwa. Sedangkan, pada tahun 2009, menurut data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik, jumlah penduduknya mencapai 1.170.143 jiwa. Wuuuiiihhh… Cepat sekali tumbuhnya. Pesatnya pertumbuhan penduduk ini tidak terlepas dari perkembangan Gresik sebagai kota industri yang menjadi daya tarik bagi masyarakat di luar Gresik.
            Gambaran Kota Gresik, terutama tahun 1850-an, juga diuraikan dalamEncyclopedie van Nederlandsch-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda). Menurut buku itu, Gresik merupakan pelabuhan terbesar di Jawa setelah Sunda Kelapa (Jakarta). Pelabuhan Gresik disinggahi banyak kapal pedagang dari berbagai negara, seperti Arab, Tiongkok, Eropa, juga dari Melayu dan Bugis. Kapal-kapal tersebut membawa berbagai barang dagangan, seperti teh, kopi, kopra, cengkih, pala, sutra, kulit, benang, dan lain-lain.
            Di tengah kota terdapat alun-alun yang dikelilingi pohon asam. Sebelah selatan, barat, dan utara alun-alun berdiri kantor bupati, gedung-gedung pemukiman orang Eropa, dan gereja kecil sebagai sarana ibadah orang Belanda. Salah satunya adalah tempat asisten residen (setingkat bupati) yang kini digunakan sebagai gedung DPRD. Sisi timur juga tinggal orang-orang Arab yang mendirikan masjid Kampung Arab dan orang-orang Tionghoa yang mendirikan kelenteng.
            Di sekitar pelabuhan berdiri kantor-kantor dan gudang. Di sana dibangun sarana militer (kini Polres), rumah bupati (bersebelahan dengan Polres), kantor pos, sekolah (SMPN 2), stasiun (belakang sekolah), pasar, apotek, menara sirene, juga rumah-rumah besar yang memiliki banyak kamar. Kamar-kamar ini sering digunakan untuk menginap para saudagar kapal.

Perekonomian Gresik Awal Abad 19
            Sejak awal Gresik sudah dihiasi hamparan tambak. Meskipun masih ditemui adanya tegal dan sawah, wilayah Gresik lebih cocok untuk dibuat lahan pertambakan. Pertambakan ini mencakup tambak garam dan tambak ikan. Keadaan demikian sudah terjadi sejak abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit.
            Menurut Raffles dalam History of Java, mata pencaharian sebagai petambak ini dipilih atas saran para penyebar agama Islam. Pada zaman penjajahan Belanda tahun 1600-an, usaha pertambakan lebih dikembangkan. Bahkan, berdasarkan data yang ada, tambak di Gresik merupakan wilayah tambak terluas di Jawa hingga kini.
            Pada abad 19 perikanan dan pertambakan merupakan sektor penting bagi kehidupan warga Gresik. Pada musim kemarau sebagian besar tambak digunakan untuk untuk usaha pembuatan garam. Sedangkan, pada musim hujan dimanfaatkan untuk memelihara ikan. Ikan yang dipelihara adalah ikan bandeng. Bandeng lebih mudah dipelihara dapat hidup dalam berbagai jenis air dengan kadar garam yang berbeda, baik air asin, air tawar, atau pun air payau. Makanan ikan bandeng yang disebut klekap juga mudah tumbuh di areal tambak.
            Selama abad ke-19 Gresik memberikan sumbangan terbesar terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari P.W.A Spall, seorang pegawai Belanda, saat itu Gresik telah memiliki tambak seluas 15.399 bau (10.779,3 hektar), sedangkan di Sidayu seluas 1.972 bau (1380,4 hektar). Bau adalah satuan ukuran luas yang sebanding dengan 0,7 hektar. Untuk tambak yang memiliki jumlah produksi terbesar berada di wilayah Mengare, Bungah. Hal itu disebabkan adanya pelabuhan kecil di muara Bengawan Solo yang memudahkan penyediaan air dan pengiriman hasil ikan.
            Sahabat CIKAL, campur tangan Belanda pada sektor perikanan Gresik cukup besar. Mulai dari proses pembuatan tambak, pengerjaan tambak, hingga panen hasil. Untuk menerangkan hal itu, Pemerintah Hindia-Belanda mengangkat seorang mantri tambak dan asiten mantri. Jabatan mantri dan asistennya ini dipilih dari pejabat desa setempat. Gaji yang didapat mantri sebesar 50 gulden per bulan, sedangkan asistennya mendapat 15 gulden. Keterangan: saat itu kurs 1 dolar Amerika sama dengan 2 gulden. Jadi, 50 gulden sebanding dengan 25 dolar Amerika atau untuk kurs rupiah sekarang sekitar Rp225.000,00 untuk mantri ($1 = Rp9.000,00)
            Gambaran di atas menunjukkan besarnya potensi perikanan Gresik sejak dulu. Potensi itu berkembang hingga sekarang. Oleh karena itu, Sahabat CIKAL harus ikut mendukung pelestarian dan pengembangan potensi perikanan di Gresik. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan sumber daya perikanan, hingga peningkatan distribusi dan konsumsi ikan. Menurut data saat ini, Gresik memiliki 18.292,67 hektar tambak air payau, 6.998,67 hektar tambak air tawar, dan 59,18 hektar kolam.
Pada awal abad ke-19 juga, terjadi krisis di tubuh Belanda. Untuk itu, pemerintah mencanangkan berbagai perubahan besar. Seperti ketika Gubernur Jenderal Herman William Daendels memimpin pemerintahan. Mulai tahun 1808—1811 Daendels melakukan proyek pembuatan jalan dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Situbondo) melewati Sidayu, Gresik. Proyek ini mengorbankan ribuan rakyat Indonesia yang dipaksa bekerja membuatnya tanpa diberi upah yang layak. Sahabat CIKAL yang pernah berkunjung ke WBL pasti melewati jalan yang dirancang Daendels ini.
            Akan tetapi, meski memakan banyak korban, adanya jalan ini membuat sendi-sendi perekonomian di Jawa, termasuk Gresik menjadi maju pesat. Proses pengiriman barang, surat, dan transportasi dari luar Gresik menjadi semakin lancar. Jalan ini dikenal dengan Grote Postweg (jalan raya pos).
            Pada akhir abad ke-19, pemerintah Belanda menerapkan sistem ekonomi liberal. Oleh karena itu, dicanangkanlah politik etis. Program ini dibuat untuk membantu Indonesia dalam hal pengairan lahan pertanian (irigasi), pendidikan (edukasi), dan pemerataan penduduk (migrasi). Gresik tidak luput dari program tersebut.
            Di bidang irigasi, pemerintah membuka peluang pengembangan ekonomi. Proyek itu dilaksanakan dengan membuat sarana irigasi yang berasal dari Bengawan Solo. Proyek ini bertujuan untuk mengairi sawah-sawah yang mulai dibuat di wilayah Gresik, di samping tambak. Di antara sarana yang dibangun adalah proyek sudetan (pembelokan aliran air dengan cara membuat sungai-sungai kecil) di Desa Pelangwot, Laren sampai Sidayu dan Brondong, Lamongan. Proyek ini menghabiskan dana sebesar 15 juta gulden atau setara dengan 67,5 miliar rupiah sekarang.
            Di lain hal, pemerintah juga berencana membangun proyek lain. J.L. Pierson ditugasi untuk membuat penelitian terhadap Kali Mireng, Manyar. Pierson mengadakan penelitian besar tersebut pada kisaran tahun 1893—1897. Rencananya, Kali Mireng akan dihubungkan dengan Bengawan Solo dengan menggunakan pompa superbesar yang dibangun di Suci, Manyar. Proyek ini membutuhkan dana sekitar 17 juta gulden (sekitar 76,5 miliar rupiah sekarang).
Sekitar tahun 1897, ketika proyek siap dilaksanakan, J.E. de Meiyer yang menjabat sebagai Kepala Burgelijke Openbare Werken (Dinas Pekerjaan Umum) mengunjungi lokasi proyek. Anehnya, tiba-tiba tidak lama setelah kunjungan tersebut, megaproyek itu tidak jadi diwujudkan.
Akan tetapi, pada masa pemerintahan Van de Venter, proyek itu disusun kembali, meskipun mendapat dana yang minim, 7 juta gulden (hayo.. berapa ya?!). Pada tahun 1905 proyek ini dilaksanakan secara bertahap di Kali Mireng dan Kali Blawi. Selesainya proyek ini memang mengurangi risiko banjir pada musim hujan. Namun, ketika kemarau, air sungai menjadi asin karena mendapat aliran laut. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi pertanian.
             Sahabat CIKAL, daripada menganggur di rumah ketika liburan, ada baiknya kalian ajak ayah atau kakak untuk berkeliling naik sepeda. Kalian bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar kita, seperti bangunan pusat pompa air dan fasilitas air bersih yang dibangun Belanda sejak tahun 1900-an di Suci, Manyar. Atau langsung ke alun-alun kota, menelusuri bangunan-bangunan kuno di sekelilingnya hingga ke pelabuhan.

Akhirnya, Namun Bukan yang Terakhir
            Sahabat CIKAL, sebenarnya tulisan ini belumlah rampung. Masih banyak yang ingin dipaparkan tentang seluk-beluk kota kita tercinta ini. Namun, yang lebih penting adalah tulisan ini merupakan awal bagi kita semua untuk bersama-sama memahami sejarah Gresik. Nantinya bisa menjadi “spion” bagi kita dalam menatap masa lalu untuk merancang masa depan yang lebih baik dengan hati-hati.
Ternyata, memang masih banyak yang belum kita ketahui tentang Gresik. Kini tongkat perjuangan membangun Gresik ada pada tangan Sahabat CIKAL semua. Dengan mengetahui seperti apa sih Gresik yang dulu dan Gresik yang sekarang, kita akan lebih bijak dalam membentuk masa depan Gresik yang cemerlang. Mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang!
***
Karena capai bersepeda, Otong pulang. Di rumah ia tanya kepada ibunya, “Bu, kalau mau ke Gua Lawa itu lewat mana ya?”. “Lewat jalan Brotonegoro, samping Giant itu lho. Lurus, terus belok kanan, nanti ada tikungan setelah sekolahan belok kanan.”. “Jalan Brotonegoro? Brotonegoro itu siapa ya, Bu?” timpal Otong. Si ibu garuk-garuk kepala sambil mengangkat bahunya. “Embuh, Nak. Tanya ke simbah saja!” tukas ibu. Dari dalam kamar sang kakek setengah berteriak, “Brotonegoro itu bupati Gresik ke-11 sekaligus bupati Gresik yang pertama sejak peralihan VOC ke pemerintah jajahan Hindia Belanda, memerintah tahun 1788—1808.”. Otong kembali menimpali, “Jadi, Gresik sudah pernah ganti bupati berapa kali, Mbah?”. Tak ada jawaban dari dalam kamar, selain suara kepala yang digaruk,srek-srek-srek… (pndx)




Sumber Pustaka

            Basundoro, Purnawan. 2001. “Industrialisasi, Perkembangan Kota, dan Respons Masyarakat: Studi Kasus Kota Gresik” dalam Jurnal Humaniora. Vol.XIII. No.2. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
            Mustakim. 2007. Gresik Dalam Lintasan Lima Zaman. Surabaya: Pustaka Eureka
            Zainuddin, Oemar. 2010. Kota Gresik 1896—1916: Sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi. Depok: Ruas
            www.gresik.go.id
http://abizarpea.blogspot.com/2010_12_01_archive.html

Thursday, 19 July 2012

Foto yang pertama kali di unggah di internet ( GOKIL )

Hei kawan remaja, buat kamu yang doyan foto-foto pasti sering dong meng-upload hasil fotonya ke Facebook, Blog, Tumblr atau bahkan website pribadi. Tapi kamu pernah tahu nggak, foto yang pertama kali di upload ke internet? Ternyata foto pertama itu sudah diupload pada 20 tahun yang lalu, tepatnya tanggal pada 18 Juli 1992, kawan.
Nah, pada foto tersebut menampilkan gambar kelompok musik Les Horribles Cernettes yang bertema parody setelah mereka tampil di Festival Hadronic CERN pada 1992. Dan siapa yang meng-upload foto tersebut ke internet?  Ternyata oh ternyata, Silvano de Gennaro, sang fotografer yang telah memotret keempat yang meng-upload foto tersebut.
Silvano membagi gambar ini melalui protokol internet untuk pengiriman file komputer antar jaringan. Foto tersebut di upload dalam format GIF dan dikirim untuk situs “info.cern.ch”. Tapi sayangnya karena ada kendala saat memasukan ke website, data tanggal foto itu nggak bisa tercantum, kawan.
Tahu nggak kawan, kalau sampai sekarang situs resmi dari website tersebut nggak mengalami perubahan sejak diluncurkan pada 1992. Dan uniknya, Silvano sendiri juga nggak sadar dan menyangka ikut menjadi salah satu pencatat  sejarah foto di internet.
-berbagai sumber-


Sumber





Like FanPage saya Juga Ya
Klik Link di bawah ini 

Friday, 29 June 2012

AWAL MULA TERJADINYA DESA WATUAGUNG - MENGARE - BUNGAH - GRESIK

Ikhwal terjadinya pulau mengare diyakini adalah sebuah ular jelmaan dari pangeran Solo melamar putri Melirang, ketika dalam perjalanan pangeran Solo dipesan oleh ibunya dilarang tidur dalam perjalanannya, akan tetapi dia tertidur dalam perjalanannya melamar putri melirang, dan ketika terbangun ia kebingun...an dan terapungdi lautan luas dekat pulau Madura, pangeran Solo tidak akan kembali dengan tangan hampa, singkat cerita pangeran Solo menjelma menjadi ular besar dan membentuk daratan yang sangat luas, Ainun Najib ahli sejarah dalam babat pulau mengare juga menuturkan bahwa pulau mengare yang membentang luas ini adalah jelmaan dari pangeran Solo yang melamar putri Melirang. Dari rangkaian cerita ini terbentuklah pulau Mengare dan terbagi dalam tiga desa yaitu Watu Agung, Tajung Widoro dan Kramat.


Desa Watuagung adalah salah satu cerita dari jelmaan Pangeran Solo, Mascot (jimat) Watuagung berasal dari bahasa jawa watu berarti batu dan agung berarti besar artinya batu besar. Sekarang sisa-sisa peninggalan batunya masih ada tepatnya di belakang balai desa.


Ainun Najib menuturkan bahwa sebelum Islam datang tempat ini sering digunakan sebagai tempat pemujaan, karena dipercaya mempenyai kekuatan mistik yang luar biasa, batu agung semakin mendarah daging di lingkungan penduduk setempat dan masyarakat sekitar. Disebelah batu tersebut didirikan padepokan guna tempat pemujaan, dan ditempat itulah banyak berkumpul masyarakat, dan dengan berkumpulnya masyarakat disitu pulalah nama watuagung dijadikan dan disepakati menjadi nama desa. Padepokan tersebut dengan berkembangnya waktu sekarang menjadi balai desa Watuagung.


Ainun juga menuturkan bahwa Islam pertama kali masuk pulau Mengare melalui pelabuhan Jara Tagung Desa Watuagung, akan tetapi versi lain mengatakan Islam pertama kali masuk di daerah Leran, setelah masuknya Islam kepercayaan masyarakat pada batu agung semakin memudar dan berganti dengan kepercayaan agama Islam. Maka Batu Agung sekarang hanya tinggal sebuah cerita.


Pemerintahan desa Watuagung pertama kali dipegang oleh bapak Noor Hasan, , dia memerintah di jaman penjajahan Belanda, dijaman penjajahan Jepang Watuagung diperintah oleh Bapak Askor, Jaman Kemerdekaan diperintah oleh Bapak Aslikhin, Majid, Zainul Mu’allimin dan digantikan bapak Ali Hasan pada periode ini.


Dan sekarang Desa Watuagung masuk dalam pemerintahan kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.




 keberadaan watu celeng yang sudah tertutupi oleh semak2


NARASUMBER
Nama         : Mbah Nardi
Umur          : ± 100 Tahun

  1. Jabatan       : Sesepuh Desa

SUMBER 




Like FanPage Juga Ya
dududth.blogspot.com

AWAL MULA TERJADINYA PULAU MENGARE & DESA WATUAGUNG


BAB I

A -  LEGENDA TERJADINYA PULAU MENGARE

         Ikwal terjadinya pulau mengare di yakini adalah sebuah ular jelma’an pangeran solo yang melamar putri melirang, saking cantiknya dan termasyurnya nama dari putri melirang pangeran solo tau bahwa putri melirang bayak yang melamar tapi tidak membawa hasil, bersiap-siaplah pangeran solo memastikan tidak ada yang tertinggal dari mulai senjatanya wesi tuwo ( besi tawar ) dan dua pengawal yang sakti mintalah doa restu ke ibunya agar misinya berhasil dan ibunya berpesan kepada pangeran solo agar tidak tidur dalam perjalanannya kalau kalau mau misi kamu berhasil, berangkatlah pangeran solo melewati hutan yang lebat, konon bengawan solo yang sekarang ini adalah bekas lelesnya pangeran solo, akan tetapi pangeran solo tertidur dalam pejalanannya melamar putri melirang , ketika terbagun ia kebingugan ia terapung di lautan yang luas dekat pulau madura. Kecewa bercampur marah karma ia tidak mungkin kembali tidak membawa hasil, pangeran solo berkata kepada lautan yang luas  “ aku akan kembali kekerajaan ku dengan membawa putri melirang “ singkat cerita menjelmahlah pangeran solo menjadi ular besar dan membentuk sebuah daratan yang sangat luas . AINUN NAJIB ahli sejarah dari babat mengare , juga menuturkan bahwa daratan yang membentang luas ini adalah jelma’an dari pangeran solo yang melamar putri melirang . MBAH NARDI juga menuturkan , OJOK ENAK-ENAK LE MENE IKU BAKALE DADI LAUTAN MANE PANGERAN SOLO IKI BAKALE BALEK NENG KERAJAAN SOLO .
 MAKSUDNYA : besok kalau saatnya tiba pulau mengare akan jadi lautan lagi dan membawa putri melirang ke kerajaan solo .

        DARI SERANGKAIAN CERITA INI TERBENTUKLAH SEBUAH PULAU MENGARE DAN TERBAGI DALAM TIGA DESA YANG MELIPUTI 3 DESA, DESA WATUAGUNG, DESA TANJUNG WIDORO, DESA KERAMAT .


BAB II

B -   SEJARAH DESA WATUAGUNG

Setiap daesa atau daerah itu pasti mempunyai sejarah sendiri-sendiri yang merupakan cerminan dari karakter dan cirri khas dari desa itu sendiri, sejarah dessa itu sering kali tertuang dari dongeng-dongeng yang di wariskan secara turun-temurun dari mulut ke mulut, sehingga kita sulit untuk membuktikannya, dan biasanya di hubungkan dengan sesuatu yang di anggap keramat.
Desa watuagung ini memiliki latar belakang yang unik, yang akan di tuangkan dalam kisah-kisah berikut ini.

ASAL-USUL ( LEGENDA ) DESA.
          Dari berbagai sumber yang terpercaya dapat di telusuri asl mula desa watuagung. Legenda desa tidak bias di pisahkan dari cerita masyarakat yaitu pangeran solo melamar putri masangan, berasal dari dusun di watuagung di mana di dusun tersebut terdapat suatu batu besar yang di anggap kramat oleh penduduk setempat yang tinggal di sekitar tempat tersebut.

LEGENDA NAMA DESA WATUAGUNG.
           Keyakinan akan hal-hal yang di anggap kramat adalah akan mengakibatkan sesuatu yang di anggap ghoib yang di konsepsikan sebagai tuhan atau dewa, begitulah dengan batu agung konon batu yang di anggap mempunyai kekuatan ghoib oleh penduduk zaman dahulu, dari sejarah orang-orang primitive watuangung, bahwa memiliki keyakinan ANIMISME di mana alam yang di anggap di yakini penuh dengan jiwa, batu agung adalah salah satu fenomena alam yang di anggap kramat dan di anggap tempat yang suci sebagai tempat pemujaan atau ritus-ritus yang suci menurut keyakinan penduduk pada saat itu.

           Desa watuagung adalah nama salah satu desa yang ada di pulau mengare, yang terletak di sebelah utara desa tajung widoro dan sebelah barat desa kramat, legenda penamaan desa watuagung berasal dari batu yang berbentuk gentong (genuk bahasa jawa)
Di mana konon katanya ada seseorang penggali batu yang menemukan benda tersebut dan berisi air di dalam batu tersebut dan ada cantiknya juga terbuat dari batu, genuk besar itu mempuyai kekuatan dan juga mempunyai situs-situs yang maha dasyat dan kerap kali di datangi dan di jadikan sebagai tempat pemujaan oleh penduduk setempat pada saat itu , genuk itu terletak di tengah-tengah desa, orang-orang percaya dan menganggapnya kramat sampai sekarang, adapun yang memberi nama dari desa watuagung itu tak lepas dari watu genuk yang sekarang ada di belakang balai desa, menurut cerita yang memberi nama desa watuagung adalah tokoh adat setempat dari watu genuk menjadi watuagung sampai sekarang.



LEGENDA NAMA DUSUN-DUSUN
           Ada 4 (empat) dusun di desa watuagung ini yang memiliki cerita tentang asal-usul nama dusun tersebut di antara yaitu:
Dusun mentani I dan dusun mentani II
Di karnakan di namakan dusun mentani adalah karma kebanyakan penduduknya bermata pencarian sebagai petani tambak dan padi pada saat itu  sehingga dinamailah dusun mentani, mentani adalah salah satu pemasok ikan bandeng terbesar di watuagung khususnya gresik.

DUSUN WATUAGUNG 2
            Keberadaan dari dusun watuagung adalah tak lepas dari cerita diatas dan letaknya adalah sebagai pusat pemerintahan desa watuagung.

DUSUN SIDOREJO
             Kenapa dusun di namai dusun sidorejo, konon konon ceritanya di dusun sidorejo ini orang-orangnya tidak bisa rukun dengan dusun-dusun lainnya dan bahkan orang dari dusun sidorejo sendiri , sehingga di namailah sidorejo, sido (jawa) artinya jadi dan rejo artinya rukun/ranarja, dan dusun ini merupakan batas dari desa watuagung dan tajung widoro.


SEJARAH PEMERINTAHAN DESA WATUAGUNG

Dengan luas wilayah  398.000 Ha,watuagung adalah wilayah yang berdekatan/berbatasan  langsung dan bahkan mempunyai kesamaan cerita dan satu rumpun dengan desa keramat dan tajung widoro sejarah pemerintahan dari desa watuagung adalah sejarah berdirinya kerajaan majapahit dan di bawah pemerintahan kewedanan sedayu di pimpin seorang bayan sampai kepala desa yang terdiri dari 4 dusun yaitu:

1. Dusun mentani I
2. Dusun mentani II
3. Dusun watuagung
4. Dusun sidorejo

         Dari berdirinya sampai sekaranng desa watuagung telah mengalami beberapa pergantian kepala desa/petinggi adapun nama-nama yang dapat kami tulis yaitu:

           1. Nor khasan                 (almarhum)  = . .. . / . . .
           2. Aslikhin                     (almarhum)   = .  .  ./ . . .
           3. Abdul majid               (almarhum)   = . .   / 1991
           4. Zainul muallimin                             =1991/2007
           5. Ali hasan                                       =2007  s/d Sekarang




SEJARAH PEMERINTAHAN DESA WATUAGUNG
   
        Pembangunan di desa watuagung dapat kami catat pembangunannya dalam beberapa era kepemimpinan para kepalah desa yang masing-masing memiliki hal-hal yang menonjol sebagai mana yang tertulis di dalam dukumen desa watuagung di antaranya :
     a. Masa kepemimpinan abdul majid
     1. Pengerasan jalan raya mengare sembayat pada tahun 1977
     2. Pembangunan jembatan di tiap-tiap ruas jalan kali pada tahun 1972
     3. Sekolah rakyat dan pembagunan pasar pertama kali pada tahun 1970
     4. Pembangunan gedung M.I (madrasah ibtidaiyah) pertama kali di pulau mengare 
         pada tahun 1965

Masa kepemimpinan zainul muallimin (1991-2007)
1. Pengaspalan jalan raya dusun sidorejo, watuagung, mentani I dan mentani II pada
    tahun 1994
2. Pengaspalan dusun mentani g perbatasan di desa keramat pada tahun 1995
3. Saluran air atau got pada tahun 1991
4. Pembangunan gedung pelabuhan pada tahun 1994
5. Pembangunan jalan poros sembayat mengare dari tahun 2000 sampai 2007,dalam
    bentuk pavingisasi
6. Pavingisasi gang dusun mentani I, gang mentani II, gang dusun sidorejo dan
    watuagung, dari tahun 2000/2007
7. Pavingisasi jalan poros tajung widoro dan keramat pada tahun 2006/2007
8. Perbaikan balai desa tahun 2006
9. Pembangunan T.P.I. (tempat pelelangan ikan) pada tahun 2006

Masa kepemimpinan ali hasan .S.pd.i (2007)
1. Pavingisasi gang mentani II, sidorejo, jalan poros desa keramat (tahun 2007)
2. Pembangunan tempat kesehatan (polindes), PNPM-PPK (tahun 2007)
3. Bantuan dana (J.PS) dalam bentuk sarana Prasarana jalan (tahun 2007)


PENINGGALAN-PENINGGALAN BERSEJARAH DI DESA WATUAGUNG

1. MAKAM MBAH JARAK TAGUNG.
    Bertempat di perbatasan desa keramat dialah yang telah menyebarkan agama islam   
    pertama kali di watuagung. Dan bahkan ada yang mengatakan bahwa islam pertama
    kali masuk di gresik adalah di desa watuagung mengare yaitu di pelabuhan jarak
    tagung dan itu sendiri di babat giri nama dari mengare dan jarak tagung begitu kental 
    sekali.

2. MAKAM MBAH MALIK IBRAHIM
    Bertempat di mentani 2.RT 06.RW 02, ini adalah salah  satu cerita yang menarik ,  
    menurut cerita masyarakat pada waktu itu ada sekumpulan   wali dan bangsa halus
    membangun sebuah masjid di tempat ini dan harus selesai dalam  satu malam ,
    walhasil separuh jadi dan hampir selesai akan tetapi ada salah satu bangsa manusia
    yang memukul tempe (bahasa jawa) di sangka sudah subuh, singkat cerita masjid itu
    akhirnya setengah jadi dan roboh rata dengan tanah, bahkan daerah itu kena  kutukan
    yaitu orang jualan nasih tak akan bisa kaya itu berlaku sampai sekarang adapun
    peninggalan-peninggalannya sampai sekarang adalah :
    Sumur yang membekas kaki (sumur tiban)

3. MAKAM MBAH WAGIO
    Bertempat di desa sidoarjo RT 13 .RW 4

4. TEMPAT PRASMANAN PENINGGALAN BELANDA
    Bertempat di sumur , A.7 (tujuh)  Mentani RT 2 RW 1 , dulu tempat ini adalah tempat
    makan para tentara belanda .

5. WATU CELENG
    Bertempat di dusun sidorjo RT 13 RW 04

6. WATUAGUNG (watu genuk)
    Bertempat di dusun watuagung RT 08 RW 03 .(mascot dari desa watuagung)

1 Penutup : mohon maaf bila ada kekurangan dalam hal penulisan, kelalaian adalah sifat 
                   manusia dan akhirnya kesempurnaan adalah milik allah SWT

2.Daftar pustaka.
  
   1. Buku babat giri.
   2. Buku babat mengare dan watuagung.
   3. Bapak ainun najib (nara sumber).
   4. Mbah nardi ( nara sumber).
   5. Cerita-cerita masyarakat.
   6. Peninggalan-peniggalan sejarah-sejarah yang ada.

assalammualaikum wb.kt.
SUMBER


Like FanPage Juga Ya

Friday, 27 April 2012

Hewan Mengagumkan yang Dapat Memancarkan Cahaya Sendiri


Dunia fauna adalah dunia yang terus digali oleh para ilmuan menemukan, dan mempelajari untuk keperluan Ilmu Pengetahuan, dari sekian banyak dunia fauna yang telah berhasil dipelajari beberapa diataranya memiliki sifat bertahan

hidup yang luar biasa. seperti 5 Hewan Mengagumkan yang Dapat Memancarkan Cahaya Sendiri dibawah ini.

1. Kunang-kunang


Ada lebih 2.000 spesies kunang-kunang, yang sebenarnya adalah kumbang bersayap. Mekanisme bercahaya kunang-kunang biasanya menunjukkan beberapa informasi misalnya masa hidupnya. Kunang-kunang bersinar bahkan ketika mereka masih berupa larva kecil. Kedipan kepucatan mereka, cahaya kapur bertindak sebagai peringatan bagi pemangsa.

2. Ubur-Ubur Jengger


Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit.

3. Cacing Bom


Spesies cacing baru yang ditemukan di kedalaman laut memiliki keunikan karena tubuhnya bisa menampakkan cahaya. Ilmuwan mengatakan, cacing langka itu bisa mengeluarkan "bom alami" dari pendaran cahaya dalam tubuhnya. Karena kemampuannya yang unik itu cacing itu mendapatkan nama ilmiah Swima bombiviridis. Karen Osborn dan timnya dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, melaporkan temuan tujuh spesies cacing baru dalam jurnal ilmiah Sains.

4. Anglerfish


Anglerfish merupakan ikan yg unik. Penampilannya sekilas menyeramkan karena tubuhnya berbentuk bulat & memiliki mulut yg lebar & bertaring melengkung panjang. Ciri khas lain ikan angler adalah organ lampu pada semacam "tali pancing" di bagian atas moncongnya. Ikan angler jenis lain, misalnya Thaumaticthys pagidostomus, memiliki organ cahaya di bawah giginya. Ikan angler tidak memiliki gelembung renang ( karena pada kedalaman itu gelembung renang atau paru-paru manusia) akan hancur akibat tekanan bawah laut, sehingga ikan itu menghabiskan seluruh hidupnya di laut dalam & tidak pernah naik ke permukaan.

5. Krill


Krill adalah crustacea seperti udang yang dapat ditemui di semua samudera dunia. Mereka dimakan oleh banyak binatang, termasuk burung, paus, cumi-cumi dan hiu paus. Mereka biasanya ditemukan pada grup besar, dengan lebih dari 10.000 krill per meter kubik. Kelebihan dari krill ini yaitu mereka bisa memancarkan cahaya dari tubuhnya untuk menakuti pemangsanya.

Wednesday, 18 April 2012

Daftar Nama Penemu alat Penting

Penemu atau pencipta alat alat penting beserta asal negaranya:
  1. Pencipta Telepon ialah Antonio Meucci Berasal dari Negara Italia (Versi Baru)
  2. Pencipta Dinamo Adalah Michael Faraday Berasal dari Negara Inggris
  3. Pencipta Korek api ialah Robert Boyle, John Walker
  4. Pencipta Kapal api Adalah Robert Fulton Berasal dari Negara Amerika Serikat
  5. Pencipta Kapal selam Adalah Cornelius van Drebbel Berasal dari Negara Belanda
  6. Pencipta Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen dari Negara Jerman
  7. Pencipta Stetoskop Adalah Rene Laennec
  8. Pencipta atau pencipta Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika
  9. Penemu atau pencipta Radio Adalah C. Marconi Berasal dari Negara Italia
  10. Penemu atau pencipta Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins Berasal dari Negara Amerika
  11. Penemu atau pencipta Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse Berasal dari Negara Amerika Serikat
  12. Penemu atau pencipta Telepon Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat (Versi Lama)
  13. Penemu atau pencipta Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika
  14. Penemu atau pencipta Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris
  15. Penemu atau pencipta dari Sepeda Adalah Civrac Berasal dari Negara Prancis
  16. Penemu atau pencipta Balon terbang Adalah Sir F. Whittle
  17. Penemu atau pencipta Balon karet Adalah Josep dan J. Montgolfier
  18. Penemu atau pencipta Ban karet Adalah Charles Goodyear Berasal dari Negara Amerika
  19. Penemu atau pencipta Barometer Adalah Evangelista, Torricelli Berasal dari Negara Italia
  20. Penemu atau pencipta Dinamit Adalah Alfred Nobel Berasal dari Negara Swedia
  21. Penemu dari Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin
  22. Penemu atau pencipta Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis
  23. Penemu atau pencipta Mobil Adalah Gottlich Daimler
  24. Penemu atau pencipta Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook Berasal dari Negara Belanda
  25. Penemu atau pencipta Mikroskop Adalah Zacharias Janssen
  26. Penemu atau pencipta Teleskop Adalah H. Lippershey
  27. Penemu atau pencipta Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land Berasal dari Negara Amerika
  28. Penemu dari Mesin uap ialah James Watt Berasal dari Negara Inggris
  29. Penemu atau pencipta Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman
  30. Penemu atau pencipta Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman
  31. Penemu atau pencipta Mesin cetak ialah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman
  32. Penemu atau pencipta Motor Adalah Nikola Tesla
  33. Penemu Tank Adalah Sir Ernest Swinton Berasal dari Negara Inggris
  34. Penemu atau pencipta Traktor Adalah Benyamin Holt
  35. Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis
  36. Penemu atau pencipta Kawat pijar Adalah Irving Langmuir
  37. Penemu atau pencipta Elektromagnet Adalah Williarn Sturgeon Berasal dari Negara Inggris
  38. Penemu atau pencipta Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat
  39. Penemu dari Proyektor film Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat
  40. Penemu atau pencipta Piringan hitam Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat
  41. Penemu atau pencipta Batu baterai Adalah Volta Berasal dari Negara Italia
  42. Penemu Termometer Adalah Galileo Galilei Berasal dari Negara Italia
Sumber

Monday, 9 April 2012

Perkiraan Bumi 1000 Tahun yang akan Datang



2010
Bangunan pertama dibuat di Bulan
2011
Penduduk dunia mencapai 7 miliar. Tranplantasi
organ semakin populer
2012
Setelah menempuh perjalanan 6 bulan, manusia
akhirnya sampai ke
Mars, planet dambaan.
2015
Integrasi komputer-biologi mencapai tahap
sempurna
2016
Perjalanan New York-London hanya ditempuh 1 jam
dengan pesawat
tercepat.
2017
Rencana perkampungan pertama dibangun di bulan.
Quote:
2018
Mata uang internasional pertama diperkenalkan.
2020
Robot rumah semakin populer. Pasar-pasar
swalayan di Jedah dan
Riyadh selalu kehabisan stok robot-robot wanita.
Hotel pertama di ruang
Angkasa dibuat.
2022
Populasi ruang angkasa mencapai 100 orang
2025
Robot-manusia mulai diciptakan.
2027
Tempat tinggal permanen di Mars mulai dibangun.
2033
Penggunaan mobil dilarang di seluruh kota besar,
persis sama ketika
Pemda DKI melarang penggunaan becak. Sebagai
gantinya, air-car atau
mobil terbang.
2036
Hovercars (mobil terbang) sudah mulai digunakan
untuk travel
internasional.
Quote:
2045
Populasi ruang angkasa mencapai 1000 orang
2050
Anti-gravitasi ditemukan.
2063
Perjalanan dengan kecepatan cahaya mulai
diperkenalkan.
2065
Populasi ruang angkasa mencapai 10.000 orang.
Sebagian besar tinggal
dihotel-hotel ruang angkasa.
2080


Kota pertama di orbit Bumi dibangun.
2100
Sebagian besar penyakit abad ke-21, termasuk AIDS,
telah dinyatakan
non-exist.
2113
Bumi memiliki satu pemerintahan. Tidak ada lagi
batas-batas negara.
Timor-Timur tetap meminta wilayahnya sendiri yang
independen.
2120
Populasi ruang angkasa mencapai 1 juta orang.
2150
Teleportasi quantum mulai diperkenalkan.
2200
Populasi ruang angkasa mencapai miliaran, Bumi
semakin sepi.
2300
Titan, Mars, dan Bulan menjadi koloni manusia.
2500
Perjalanan antar-bintang mulai diperkenalkan.
Beberapa galaksi Baru
Yang diduga memiliki kehidupan lain ditemukan.
Quote:
31 Desember 2999
Seluruh manusia menunggu kedatangan hari kiamat.
1 Januari 3000
Hari kiamat tidak terjadi. Manusia bersorak gembira.
3264
Alien pertama ditemukan di sebuah planet dalam
sistem galaksi
sperikal.Bukan makhluk cerdas, tapi “seekor”
makhluk mirip ikan dan
bunglon yang hidup di rawa-rawa planet itu.
3265
Akhirnya fosil orang2 yg membaca posting ini ditemukan,
setelah berabad-abad menghilang sejak membaca postingan ini….
hahaaa......


Sumber 

Kronologi Nama Negara INDONESIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sebelum kedatangan bangsa Eropa
PADA zaman purba kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.
Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai *Nan-hai* (Kepulauan Laut Selatan).Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini *Dwipantara* Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta *dwipa* (pulau) dan *antara* (luar, seberang).
Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke *Suwarnadwipa* (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita *Jaza’ir al-Jawi* (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah *benzoe*, berasal dari bahasa Arab *luban jawi*(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon *Styrax sumatrana* yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra .
Sampai hari ini jemaah **** kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi , Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.
Masa kedatangan Bangsa Eropa
Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia . Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab , Persia , India , dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (*Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien*) atau “Hindia Timur” *(Oost
Indie, East Indies , Indes Orientales)* . Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (*Maleische Archipel, Malay Archipelago , l’Archipel Malais*).
Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah *Nederlandsch- Indie* (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah *To-Indo* (Hindia Timur).
Berbagai Usulan Nama
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde*, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin *insula* berar pulau).
Tetapi rupanya nama *Insulinde* ini kurang populer. Bagi orang Bandung , *Insulinde* mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.
Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950),yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “ India ”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.
Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 Lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari *Jawadwipa*( Pulau Jawa).
Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis.
Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern.
Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia . Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.
Nama Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, *Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia * (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865),menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel *On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations*. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (*a distinctive name*), sebab nama Hindia Tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: *Indunesia*atau *Malayunesia* (*nesos* dalam bahasa Yunani berarti Pulau).
Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: *… the inhabitants of the Indian Archipelago or malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.*
Earl sendiri menyatakan memilih nama *Malayunesia* (Kepulauan Melayu) daripada *Indunesia* (Kepulauan Hindia), sebab *Malayunesia* sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan *Indunesia* bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah *Malayunesia* dan tidak memakai istilah *Indunesia*. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel *The Ethnology of the Indian Archipelago. * Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanahair kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan.
Logan memungut nama *Indunesia* yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan : *Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia , which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. * Ketika mengusulkan nama “ Indonesia ” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!
Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “ Indonesia ” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku *Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel* sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.
Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam *Encyclopedie van Nederlandsch-Indie*tahun 1918.
Padahal Bastian mengambil istilah “ Indonesia ” itu dari tulisan-tulisan Logan. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “ Indonesia ” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama *Indonesische Pers-bureau. *
Masa Kebangkitan Nasional
Makna politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama “ Indonesia ” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “ Indonesia ” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa *Handels Hoogeschool* (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam , organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama *Indische Vereeniging* ) berubah nama menjadi *Indonesische Vereeniging* atau Perhimpoenan Indonesia . Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (*de toekomstige vrije Indonesische staat*) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli.
Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (*een politiek doel*), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (*Indonesier*) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. “ Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan *Indonesische Studie Club*pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 *Jong Islamieten Bond* membentuk kepanduan *Nationaal Indonesische Padvinderij* (Natipij).
Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “ Indonesia ”. Akhirnya nama “ Indonesia ” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota *Volksraad* (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardji Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”.
Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Sumber