Ini Masih Hangat :
Selamat datang di Blogku Dududth Blog | Jangan Lupa berkunjung Ke Website Baru saya ya, ayo ayo :D jangan lupa dibaca juga loh di Bahrul.com | Dijamin gak rugi kok. Jangan lupa ya kunjungi website saya yang Bahrul.com | Thanks kaka :)

Welcome

Kalau gak suka tinggal close aja blog ini

Ahlan wasahlan

Please visit my Other Web :)

ibu dan ayah

Terima kasih ayah dan ibuk :) Love you ({})

Sunday, 31 July 2011

KEBAHAGIAAN DAN KEINDAHAN BULAN SUCI RAMADHAN

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)
.              
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”,(QS. Al-Baqarah : 183 )

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Bulan yang ditunggu-tunggu pecinta surga. Pernahkan kita berpikir mengapa demikian,? Hal tersebut karena pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Bulan dimana dijanjikan oleh_Nya rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar (pembebasan dari api neraka). Puasa akan membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ merasa selalu diawasi Allah sehingga mencegah kemungkaran. Perut yang kenyang dapat memandulkan perasaan sehingga menjadikan hati keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada Allah dan sesama manusia tetapi dengan puasa kita dapat merasakan kelaparan sesama sehingga menimbulkan empati bagi sesama dan solidaritas sesama muslim. Betapa indahnya bulan ini yang merupakan wahana memupuk solidaritas antar umat manusia. Dan pada akhir bulan keutamaannya disempurnakan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut.
Betapa mulianya bulan ini, dimana di dalamnya Allah yang Maha Pemurah menjadi lebih pemurah lagi. Dilipatkangandakan-Nya perhitungan pahala orang yang berbuat kebajikan. Siapa saja yang melakukan ibadah sunnah dihitung melakukan kewajiban dan yang melakukan kewajiban dilipatkangandakan pahalanya. Sesungguhnya engkau akan dinaungi bulan yang senantiasa besar lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ramadhan adalah bulan sabar dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan pemberian pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang Mukmin. (HR al-Bukhari dan Muslim).

  1. Makna Puasa (Ramadhan)

Apa yang akan kita peroleh dari bulan yang mulia ini tergantung pada diri kita masing-masing. Semuanya tentu berpulang pada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta  tidak melakukan yang membatalkan puasa, tentu hanya itu pula yang bakal didapat.  Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadangnya saja. Apakah itu pilihan kita saudaraku?? Tentu tidak. Puasa harus dimaknai lebih dari sekedar itu, puasa adalah amal ibadah dimana didalamnya penuh dengan kebaikaan, kebajikan dan berkah dimana kita harus senantiasa menjaga ibadah puasa kita dari perkara-perkara yang sia-sia. Mau melewatkan waktu selama Ramadhan dengan sia-sia atau meraih keutamaan-keutamaannya adalah tergantung kemauan dan pilihan kita.
Kata puasa berasal dari Bahasa Sansekerta. Menurut Bahasa Arab, puasa berasal dari kata shaum atau shiam. Menurut Bahasa Indonesia, puasa artinya menahan diri. Kata menahan diri mencakup beberapa makna, seperti menahan diri tidak makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami istri selama waktu tertentu. Puasa sendiri dikenal oleh seluruh bangsa di dunia, seperti Indonesia, Mesir kuno, Tionghoa, Tibet, Arab, dan sebagainya, juga dilakukan oleh hampir seluruh penganut agama, baik Katholik, Kristen, Hindhu ataupun Budha.


  1. Nilai-Nilai Pendidikan dalam bulan Ramadhan

Puasa, bukan sekedar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal social kemasyarakatan. Puasa merupakan kewajiban yang universal, dan sebagai orang yang beragama Islam, maka perlu diyakini bahwa puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin, seperti layaknya sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW.
Puasa, merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya.
Namun, apapun yang diperbuat di bulan puasa ini, semuanya kembali kepada kesadaran diri masing-masing, untuk memahami makna puasa, dan makna-makna lain yang akan menentukan sikap dan perilaku diri ke depan setelah berlalunya bulan puasa. Oleh karena itu, apa yang sampai di mata dan telinga Allah, adalah niat, maka hati dan pikiran kita untuk menjalankan ibadah puasa, bukan penampilan lahiriah atau materi peribadatan yang dilakukan
D.    Indah dan Nikmatnya Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam sebelas bulan berikutnyaBulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam sebelas bulan berikutnya
Berikut ini adalah cara-cara memaknai Ramadhan yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili pada malam Jum’at 27 Sya’ban 1423 H di Masjid Dzun Nurain Madinah, yang berjudul ‘Agar Ramadhan Kita Bermakna Indah’ .

Cara Pertama Memaknai Ramadhan : Bertawakal kepada Allah Ta’ala

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Dalam menyambut kedatangan musim-musim ibadah, seorang hamba sangat membutuhkan bimbingan, bantuan dan taufik dari Allah ta’ala. Cara meraih itu semua adalah dengan bertawakal kepada-Nya.”

Cara Kedua Memaknai Ramadhan: Banyak Bertaubat Sebelum Ramadhan Tiba

Banyak sekali dalil yang memerintahkan seorang hamba untuk bertaubat, di antaranya: firman Allah ta’ala:

  
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,(QS. At.Tahrim. 8 ).

Kita diperintahkan untuk senantiasa bertaubat, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa-dosa. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan isnadnya oleh Syaikh Salim Al Hilal)

Cara Ketiga Memaknai Ramadhan : Membentengi Puasa Kita dari Faktor-Faktor yang Mengurangi Kualitas Pahalanya

Sisi lain yang harus mendapatkan porsi perhatian spesial, bagaimana kita berusaha membentengi puasa kita dari faktor-faktor yang mengurangi keutuhan pahalanya. Seperti menggunjing dan berdusta. Dua penyakit ini berkategori bahaya tinggi, dan sedikit sekali orang yang selamat dari ancamannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatannya, maka niscaya Allah tidak akan membutuhkan penahanan dirinya dari makanan dan minuman (tidak membutuhkan puasanya).” (HR. Bukhari)

Cara  Keempat Memaknai Ramadhan : Memprioritaskan (Menyempurnakan) Amalan yang Wajib

Hendaknya orang yang berpuasa itu memprioritaskan amalan yang wajib. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam suatu hadits qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)
Seandainya kita termasuk orang-orang yang amalan sunnahnya tidak mampu diperbanyak pada bulan puasa, maka setidaknya kita berusaha untuk memelihara shalat lima waktu dengan baik, dikerjakan secara berjamaah di masjid (bagi pria), serta berusaha sesegera mungkin berangkat ke masjid sebelum adzan dikumandangkan. Sesungguhnya menjaga amalan-amalan yang wajib di bulan Ramadhan adalah suatu bentuk ibadah dan taqarrub yang paling agung kepada Allah.
Sungguh sangat memprihatinkan, tatkala kita dapati orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh semangat, bahkan hampir-hampir tidak pernah absen, namun yang disayangkan, ternyata dia tidak menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah. Terkadang bahkan tidur, melewatkan shalat wajib dengan dalih sebagai persiapan diri untuk shalat tarawih!!? Ini jelas-jelas merupakan suatu kejahilan dan bentuk peremehan terhadap kewajiban! Sungguh hanya mendirikan shalat lima waktu berjamaah tanpa diiringi dengan shalat tarawih satu malam, lebih baik daripada mengerjakan shalat tarawih atau shalat malam, namun berdampak menyia-nyiakan shalat lima waktu. Bukan berarti kita memandang sebelah mata terhadap shalat tarawih, akan tetapi seharusnya seorang muslim menggabungkan kedua-duanya; memberikan perhatian khusus terhadap amalan-amalan yang wajib seperti shalat lima waktu, lalu baru melangkah menuju amalan-amalan yang sunnah seperti shalat tarawih.

Cara  Kelima Memaknai Ramadhan: Berusaha untuk Mendapatkan Lailatul Qadar

Setiap muslim di bulan berkah ini berusaha untuk bisa meraih lailatul qadar. Dialah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadar: 1, dan QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam turunnya para malaikat dengan membawa rahmat (QS. Al-Qadar: 4), dialah malam yang berbarakah (QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam yang lebih utama daripada ibadah seribu bulan! (83 tahun plus 4 bulan) (QS. Al-Qadar: 3).
Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).

Cara  Keenam Memaknai Ramadhan: Jadikan Ramadhan Sebagai Madrasah untuk Melatih Diri Beramal Saleh, yang Terus Dibudayakan Setelah Berlalunya Bulan Suci Ini
Bulan Ramadhan ibarat madrasah keimanan, di dalamnya kita belajar mendidik diri untuk rajin beribadah, dengan harapan setelah kita tamat dari madrasah itu, kebiasaan rajin beribadah akan terus membekas dalam diri kita hingga kita menghadap kepada YangMahaKuasa.Jangan sampai amal ibadah kita turut berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Kebiasaan kita untuk berpuasa, shalat lima waktu berjamaah di masjid, shalat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, doa dan zikir, rajin menghadiri majelis taklim dan gemar bersedekah di bulan Ramadhan, mari terus kita budayakan di luar Ramadhan.

Allahta’alamemerintahkan:“Dan sembahlah Rabbmu sampai ajal datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99)

Semoga kita tergolong orang-orang yang mampu menikmati keutamaan Ramadhan dan memperoleh hikmahnya, khususnya hikmah lailatul qadar.
Ciri utama diterimanya puasa kita di bulan Ramadhan dan tanda terbesar akan keberhasilan kita meraih lailatul qadar adalah berubahnya diri kita menjadi lebih baik daripada kondisi sebelum Ramadhan.

Di antara hikmah dirahasiakannya waktu lailatul qadar adalah:
- Agar amal ibadah kita lebih banyak. Sebab dengan dirahasiakannya kapan waktu lailatul qadar, kita akan terus memperbanyak shalat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an di sepanjang malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan terutama malam yangganjil.
- Sebagai ujian dari Allah ta’ala, untuk mengetahui siapa di antara para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mencari lailatul qadar dan siapa yang bermalas-malasan serta meremehkannya (Majaalisu Syahri Ramadhaan, karya Syaikh al-’Utsaimin hal: 163)
Maka seharusnya kita berusaha maksimal pada sepuluh hari itu; menyibukkan diri dengan beramal dan beribadah di seluruh malam-malam itu agar kita bisa menggapai pahala yang agung itu. Mungkin saja ada orang yang tidak berusaha mencari lailatul qadar melainkan pada satu malam tertentu saja dalam setiap Ramadhan dengan asumsi bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal ini atau itu, walaupun dia berpuasa Ramadhan selama 40 tahun, barangkali dia tidak akan pernah sama sekali mendapatkan momen emas itu. Selanjutnya penyesalan saja yang ada…
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan teladan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika memasuki sepuluh (terakhir Ramadhan) beliau mengencangkan ‘ikat pinggangnya’, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

KEUTAMAAN PUASA

Beberapa petikan daripada hadis yang berkaitan dengan ibadah puasa untuk dijadikan peringatan dan panduan kita bersama.

1. Berniat puasa pada malam harinya.Dari Hafsah, sesungguhnya Nabi saw besabda: "Barangsiapa tidak membulatkan niatnya berpuasa sebelum fajar (subuh) maka tidak ada puasa baginya"-(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)Hadis tersebut di atas membawa maksud bahawa setiap orang yang melakukan puasa Ramdhan wajib mendahuluinya dengan niat sebekum datangnya waktu subuh. Hadis ini membawa 2 pengertian iaitu:1.Berniat pada setiap malam2.Berniat untuk puasa selama 1 bualan Ramadhan pada malam awal Ramdhan.

2. Anjuran Makan sahur."Drai Anas, ujarnya Rasulullah SAW bersabda "Sahurlah kamu kerana dalam sahur itu ada berkah"-(HR. Bukharidan Muslim)Bersahur itu adalah sunat.Makan sahur adalah makan yang membawa kebaikan dan keutamaan bagi yang melakukannya.Sahur akan memberi tenaga kepada yang berpuasa dan mendapat berkah yang akan Allah turunkan kepada dirinya sepanjang hari ia berpuasa.

3.Sahur dngan kurma."DraiAbu Hurairah, berkata bahawa Rasulullah SAW besabda; "Sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin adalah kurma"-(HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi)Bersahur dengan kurma adalah sunnah Nabi, jika diamalkan akan mendapat pahala.

4.Mandi menyegarkan bada ketika berpuasa.Dari Abu Bakar bin Abdur Rahman, dari seorang sahabat Nabi saw, berkata "Saya pernah melihat Rasulullah saw mansi membasahkan kepada baginda ketika baginda berpuasa kerana haus atau kerana panas".

5. Meninggalkan ucapan dan perbuatan sia-sia.Dari Abu Hurairah, berkata: Nabi saw bersabda 'Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan bohong dan perbuatan curang, maka Allah sama sekali tidak memerlukan perbuatanya meninggalkan makan dan minum (puasa)."Tidak akan dapat pahala bagi orang orang berpuasa tetapi bercakap bohong atau berbicara kotor dan melakukan perbuatan curang atau berlaku tidak jujr.

6. Memperbanyakkan doa ketika berbuka."Dari 'Abdullah bin 'Amr bin ', berkata, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda "Bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak akan ditolak ketika ia berbuka". Dan bila 'Abdullah berbuka , ia berdoa: "Wahai Tuhan, aku meminta kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala-galanya agar Engkau ampuni aku".

7. Pahala menyediakan makanan untuk orang berbuka puasa."Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, dari Nabi saw sabdanya: "Barangsiapa memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia memperolehi pahala sama dengan orang yang berpuas; sedangkan pahala orang yang berpuasa itu sendiri tidak berkurang sedikit pun."

8. Menghidupkan malam Ramadhan dengan solat."Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa melakukan solat pada malam-malam Ramdhan dengan iman dan mengharapkan keredhaanNya, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni".-(HR. Bukhari dan Muslim)

Keindahan Ramadhan Al-Mubarak


BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM...

Alhamdulillah, hanya tinggal beberapa hari saja umat islam akan bertemu dengan Ramadhan Al-Mubarak 1432M yang merupakan bulan ibadah yang penuh rahmat,berkat dan keampunan..Ibadat puasa adalah satu perkara yang dituntut dan diwajibkan ke atas semua umat Islam yang telah cukup umur dan berkemampuan..Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia di sisi Allah s.w.t. dan umat Islam umumnya..Segala peristiwa yang berlaku dalam bulan Ramadhan telah membentuk umat Islam menjadi umat yang berperibadi mulia, patuh kepada hukum hakam, berakhlak, bernilai kemanusiaan serta menguji ketaatan hamba kepada Allah swt terutama dalam konteks ibadat..Peristiwa-peristiwa itu juga telah mencatatkan segala macam bentuk keindahan Islam yang tersendiri dan memberi kesan kepada kehidupan umat Islam..Tak sabar menanti kedatangannya.. 

Pada N3 kali ini, saya nak kongsikan mengenai "Peristiwa Ramadhan Al-Mubarak"..

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa ke atas kamu sepertimana telah diwajibkan ke atas orang-orang daripada sebelum kamu. Semoga kamu bertaqwa” (al-Baqarah: 183)
1) Bulan Ramadhan bulan turunnya Al Quran
♥ Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan Al Quran. Firman Allah swt dalam surah Al Baqarah ayat 185 yang bermaksud: "(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka, kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur"..

2) Bulan terdapatnya malam Lailatul Qadar 
♥ Malam diturunkan Al Quran dikenali sebagai malam Lailatul Qadar. Ini dijelaskan oleh Allah swt dalam surah Ad Dukhan ayat 3-6 yang bermaksud:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran itu pada malam Yang berkat; (Kami berbuat demikian) kerana Sesungguhnya Kami sentiasa memberi peringatan dan amaran (jangan hamba-hamba Kami ditimpa azab)”..(ayat 3)
(Kami menurunkan Al-Quran pada malam Yang tersebut, kerana) pada malam Yang berkat itu, dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara Yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku, (tidak berubah atau bertukar)”..(ayat 4)
 Iaitu perkara-perkara Yang terbitnya dari hikmat kebijaksanaan kami; Sesungguhnya telah menjadi adat Kami mengutus Rasul”..(ayat 5)
(untuk menyampaikan) rahmat dari Tuhanmu (kepada umat manusia); Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui (akan Segala keadaan hamba-hambaNya)”..(ayat 6)
♥ Lailatul Qadar adalah satu malam yang sangat istimewa kerana kelebihan beribadat pada malam tersebut bersamaan dengan seribu bulan. Firman Allah dalam surah Al Qadr ayat 2 yang bermaksud: "Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. "
♥ Dengan sebab kemuliaan dan gandaan pahala itulah maka bila tibanya bulan Ramadhan, umat Islam berlumba-lumba beribadat dimalamnya dengan melakukan ibadat seperti solat terawikh dan ibadat2 lain dengan harapan dapat bertemu dengan malam Al Qadr. Sesiapa beribadat pada malam tersebut juga akan diampunkan dosanya yang telah lalu. Sabda Rasulullah saw:-
“ Bersabda Rasulullah saw: Sesiapa yang bangun di malam Lailatul Qadar denagn penuh keimanan dan ihtisab, diampunkan dosanya yang telah lalu” (Bukhari)
♥ Sememangnya pada malam Lailatul Qadar tersebut, Allah swt telah menghidangkan kepada hambanya dengan keberkatan yang berpanjangan, dengan rahmatnya yang luas dan dengan fadhilat ibadatnya yang berlipat kali ganda. Cuma timbul persoalan kepada kita bilakah malam Lailatul Qadar itu akan muncul? Allah swt sengaja merahsiakan malam Lailatu Qadar bertujuan untuk member peluang kepada kita untuk menghidupkan setiap malam dalam bulan Ramadhan dengan ibadat. Ia juga secara tidak langsung melatih diri kita untuk sentiasa rajin beribadat pada bulan2 selepas Ramadhan.
♥ Namun demikian, ada pendapat mengatakan bahawa, malam Lailatul Qadar akan berlaku pada malam ganjil sepuluh akhir Ramadhan. Ia berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw:
“ Pilihlah (carilah) malam Lailatul Qadar di (pada hari) ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan” (Bukhari)
3) Bulan Ramadhan bulan menghayati Al Quran 
♥ Membaca dan menghayati Al Quran pada bulan Ramadhan merupakan satu ibadat yang amat digalakkan. Ini kerana pada bulan inilah Rasulullah saw akan bertadarus dengan Jibril as dengan membaca Al Quran. Oleh kerana itu, umat Islam disaran untuk mempraktikkan konsep tadarus ini dalam usaha untuk menghidupkan bulan Ramadhan ini. 

4) Bulan yang dibebaskan gangguan syaitan ♥ Umat Islam pada bulan ramadhan bebas beribadat tanpa gangguan syaitan. Pada bulan ini, para syaitan akan dirantai dan keistimewaan ini hanya terdapat pada bulan ramadhan sahaja. Sabda Rasulullah saw:-
“Jika datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu syurga, ditutup pintu pintu neraka dan dibelenggulah para syaitan” (Bukhari dan Muslim)

5) Bulan dibukanya pintu2 rahmat
♥ Bulan Ramadhan juga merupakan bulan dibukanya pintu2 rahmat. Sabda Rasulullah saw:-
Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu2 rahmah” (Muslim)
♥ Dengan terbukanya pintu2 rahmat ini, maka umat Islam disaran supaya mempertingkatkan ibadat masing2 sepanjang bulan Ramadhan. Antara rahmat Allah swt yang paling besar ialah dibukanya pintu2 langit dan ditutupnya pintu2 neraka sebagaimana sabda Rasulullah saw:-
“Apabila masuk bulan Ramadhan, dibuka pintu2 langit, ditutup pintu2 jahanam dan diirantai para syaitan” (Bukhari)
♥ Hadis ini menjelaskan bahawa rahmat Allah swt sangat luas pada bulan Ramadhan dengan dibukanya pinti2 langit dan pengampunan kepada hamba2 yang telah melakukan maksiat dari terus diazab dengan menutup pintu2 neraka. Ini adalah antara anugerah Allah swt yang sangat berharga kepada hamba hambanya yang hanya terdapat pada bulan Ramadhan.

6) Bulan Ramadhan bulan pengampunan 
♥ Bulan Ramadhan adalah bulan kemapunan. Allah swt akan mengampunkan dosa hambanya jika amal ibadat yang dilakukan itu benar2 ikhlas, khusyuk dan tawadduk serta tidak diselang selikan dengan dosa2 besar dan dosa kecil. Sabda Rasulullah saw:-
“Barangsiapa yang berpuasa dibulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab, maka akan diampunkan dosa dosanya yang telah lalu” (Bukhari dan Muslim)
♥ Disamping mengerjakan ibadat2 sunat seperti berzikir, membaca Al-Quran dan sebagainya, umat Islam juga digalakkan untuk memperbanyakkan berdoa kepada Allah swt. Antara doa yag telah disarankan supaya kita sentisa membacanya pada bulan Ramadhan ialah sebagaimana yang telah dinyatakan dalam sebuah hadis:-
“Diriwayatkan dari Aisyah ra beliau berkata: Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika Engkau tahu bila malama Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan? Baginda bersabda: Ucapkanlah doa"

“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku” (Tarmizi dan Ibnu Majah)

7) Bulan Ramadhan bulan untuk berinfaq 
♥ Disamping diwajibkan berpuasa, umat Islam juga dituntut supaya melakukan ibadat2 lain seperti menunaikan zakat fitrah dan bersedekah pada bulan Ramadhan. Perkara ini sentiasa Rasulullah saw lakukan sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis:-
“Dari ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah saw adalah manusia yang paling pemurah maka dia akan lebih pemurah pada bulan Ramadhan dimana baginda ditemui oleh Jibril pada setiap malam Ramadhan mengajarkan Baginda Al-Quran” (Bukhari)


Nota: Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan pilihan Allah swt untuk membuka dan memberi peluang kepada hambanya bermuahasabah diri dan melakukan ibadat semaksimum mungkin. Jadi terpulanglah kepada kita utuk memanfaatkan peluang ini sepenuhnya. Janganlah kita tergolong dalam golongan orang2 yang rugi di dunia dan akhirat.

KEINDAHAN RAMADHAN MENGIKUT AL QURAN DAN HADIS

Bulan Ramdhan adalah bulan yang paling mulia di sisi Allah s.w.t dan umat Islam umumnya. Ini kerana, nilai bulan itu sendiri yang mengandungi pelbagai peristiwa penting bagi umat Islam. Segala peristiwa yang berlaku dalam bulan Ramadhan telah membentuk umat Islam menjadi umat yang berperibadi mulia, patuh kepada hukum hakam, berakhlak, bernilai kemanusiaan serta menguji ketaatan hamba kepada Allah swt terutama dalam konteks ibadat. Peristiwa2 itu juga telah mencatatkan segala macam bentuk keindahan Islam yang tersendiri yang memberi kesan kepada kehidupan umat Islam. Antara peristiwa tersebut ialah:-
1) Bulan Ramadhan bulan turunnya Al Quran

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan Al Quran. Firman Allah swt dalam surah Al Baqarah ayat 185
(Masa Yang Diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan Yang padanya
diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi
keterangan-keterangan Yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan
antara Yang benar Dengan Yang salah. oleh itu, sesiapa dari antara kamu Yang
menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa
bulan itu; dan sesiapa Yang sakit atau Dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka,
kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari Yang ditinggalkan itu pada
hari-hari Yang lain. (dengan ketetapan Yang demikian itu) Allah menghendaki kamu
beroleh kemudahan, dan ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. dan juga
supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu
membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur.

2) Bulan terdapatnya malam Lailatul Qadar

Malam diturunkan Al Quran dikenali sebagai malam Lailatul Qadar. Ini dijelaskan oleh Allah swt dalam surah Ad Dukhan ayat 3-6

3. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran itu pada malam Yang berkat; (Kami berbuat demikian) kerana Sesungguhnya Kami sentiasa memberi peringatan dan amaran (jangan hamba-hamba Kami ditimpa azab).

4. (Kami menurunkan Al-Quran pada malam Yang tersebut, kerana) pada malam Yang berkat itu, dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara Yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku, (tidak berubah atau bertukar).

5. Iaitu perkara-perkara Yang terbitnya dari hikmat kebijaksanaan kami; Sesungguhnya telah menjadi adat Kami mengutus Rasul

6. (untuk menyampaikan) rahmat dari Tuhanmu (kepada umat manusia); Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui (akan Segala keadaan hamba-hambaNya).

Lailatul Qadar adalah satu malam yang sangat istimewa kerana kelebihan beribadat pada malam tersebut bersamaan dengan seribu bulan. Firman Allah dalam surah Al Qadr ayat 2:

"Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. "

Dengan sebab kemuliaan dan gandaan pahala itulah maka bila tibanya bulan Ramadhan, umat Islam berlumba lumba beribadat dimalamnya dengan melakukan ibadat seperti solat terawikh dan ibadat2 lain dengan harapan dapat bertemu dengan malam Al Qadr. Sesiapa beribadat pada malam tersebut juga akan diampunkan dosanya yang telah lalu. Sabda Rasulullah saw:-

“ Bersabda Rasulullah saw: Sesiapa yang bangun di malam Lailatul Qadar denagn penuh keimanan dan ihtisab, diampunkan dosanya yang telah lalu” (Bukhari)

Sememangnya pada malam Lailatul Qadar tersebut, Allah swt telah menghidangkan kepada hambanya dengan keberkatan yang berpanjangan, dengan rahmatnya yang luas dan dengan fadhilat ibadatnya yang berlipat kali ganda. Cuma timbul persoalan kepada kita bilakah malam Lailatul Qadar itu akan muncul? Allah swt sengaja merahsiakan malam Lailatu Qadar bertujuan untuk member peluang kepada kita untuk menghidupkan setiap malam dalam bulan Ramadhan dengan ibadat. Ia juga secara tidak langsung melatih diri kita untuk sentiasa rajin beribadat pada bulan2 selepas Ramadhan.

Namun demikian, ada pendapat mengatakan bahawa, malam Lailatul Qadar akan berlaku pada malam ganjil sepuluh akhir Ramadhan. Ia berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw:

“ Pilihlah (carilah) malam Lailatul Qadar di (pada hari) ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan” (Bukhari)
3) Bulan Ramadhan bulan menghayati Al Quran

Membaca dan menghayati Al Quran pada bulan Ramadhan merupakan satu ibadat yang amat digalakkan. Ini kerana pada bulan inilah Rasulullah saw akan bertadarus dengan Jibril as dengan membaca Al Quran. Oleh kerana itu, umat Islam disaran untuk mempraktikkan konsep tadarus ini dalam usaha untuk menghidupkan bulan Ramadhan ini.
4) Bulan yang dibebaskan gangguan syaitan

Umat Islam pada bulan ramadhan bebas beribadat tanpa gangguan syaitan. Pada bulan ini, para syaitan akan dirantai dan keistimewaan ini hanya terdapat pada bulan ramadhan sahaja. Sabda Rasulullah saw:-

“Jika datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu syurga, ditutup pintu pintu neraka dan dibelenggulah para syaitan” (Bukhari dan Muslim)

5) Bulan dibukanya pintu2 rahmat

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan dibukanya pintu2 rahmat. Sabda Rasulullah saw:-

Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu2 rahmah” (Muslim)

Dengan terbukanya pintu2 rahmat ini, maka umat Islam disaran supaya mempertingkatkan ibadat masing2 sepanjang bulan Ramadhan. Antara rahmat Allah swt yang paling besar ialah dibukanya pintu2 langit dan ditutupnya pintu2 neraka sebagaimana sabda Rasulullah saw:-

“Apabila masuk bulan Ramadhan, dibuka pintu2 langit, ditutup pintu2 jahanam dan diirantai para syaitan” (Bukhari)

Hadis ini menjelaskan bahawa rahmat Allah swt sangat luas pada bulan Ramadhan dengan dibukanya pinti2 langit dan pengampunan kepada hamba2 yang telah melakukan maksiat dari terus diazab dengan menutup pintu2 neraka. Ini adalah antara anugerah Allah swt yang sangat berharga kepada hamba hambanya yang hanya terdapat pada bulan Ramadhan.

6) Bulan Ramadhan bulan pengampunan

Bulan Ramadhan adalah bulan kemapunan. Allah swt akan mengampunkan dosa hambanya jika amal ibadat yang dilakukan itu benar2 ikhlas, khusyuk dan tawadduk serta tidak diselang selikan dengan dosa2 besar dan dosa kecil. Sabda Rasulullah saw:-

“Barangsiapa yang berpuasa dibulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab, maka akan diampunkan dosa dosanya yang telah lalu” (Bukhari dan Muslim)

Disamping mengerjakan ibadat2 sunat seperti berzukir, membaca Al Quran dan sebagainya, umat Islam juga digalakkan untuk membanyakkan berdoa kepada Allah swt. Antara doa yag telah disarankan supaya kita sentisa membacanya pada bulan Ramadhan ialah sebagaimana yang telah dinyatakan dalam sebuah hadis:-

“Diriwayatkan dari Aisyah ra beliau berkata: Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika Engkau tahu bila malama Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan? Baginda bersabda: Ucapkanlah doa

“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku” (Tarmizi dan Ibnu Majah)

7) Bulan Ramadhan bulan untuk berinfaq

Disamping diwajubkan berpuasa, umat Islam juga dituntut supaya melakukan ibadat2 lain seperti menunaikan zakat fitarh dan bersedekah pada bulan Ramadhan. Perkara ini sentiasa Rasulullah saw lakukan sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis:-

“Dari ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah saw adalah manusia yang paling pemurah maka dia akan lebih pemurah pada bulan Ramadhan dimana baginda ditemui oleh Jibril pada setiap malam Ramadhan mengajarkan Baginda Al-Quran” (Bukhari)

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan pilihan Allah swt untuk membuka dan memberi peluang kepada hambanya bermuahasabah diri dan melakukan ibadat semaksimum mungkin. Jadi terpulanglah kepada kita utuk memanfaatkan peluang ini sepenuhnya. Janganlah kita tergolong dalam golongan orang2 yang rugi di dunia dan akhirat.

Gerak Parabola

Gerak Parabola atau Gerak Peluru adalah salah satu pembahasan fisika di kelas XI IPA di SMA. Pembelajaran ini ditempatkan pada KD yang pertama di semester 1 dan dimasukkan bersama-sama dengan pembahasan kinematika vektor. Hanya saja ada sesuatu yang kurang pas, karena pembahasan gerak parabola yang ada di buku-buku fisika atau yang diajarkan di sekolah oleh guru-guru fisika tidaklah melibatkan analisis vektornya secara lengkap. Yang divektorkan hanyalah kecepatan awalnya saja (Vo) yang diubah menjadi kecepatan pada sumbu x (Vo cos(alpha)) dan pada sumbu y (Vo sin(alpha)).
http://1.bp.blogspot.com/-MKcmtihQmdY/TjIHlhUqVwI/AAAAAAAAAUw/1cmV4t5cuBA/s400/Gerak+Parabola.jpg
Pada tulisan ini, Gurufisikamuda akan mencoba membahas gerak parabola dalam analisis kinematika vektor yang sebenarnya, dan akan terasa lebih nyambung jika kita memasukkan analisis vektor sejak awal pembahasan gerak parabola. Kira-kira seperti ini :

Sepanjang benda bergerak dengan lintasa parabola, maka hanya ada satu jenis percepatan yang mempengaruhi gerakan benda, yaitu percepatan gravitasi yang arahnya ke bawah, ke arah sumbu y negatif, atau bisa kita tuliskan sebagai berikut :

a = 0 i + (-g) j   m/s2

ini adalah persamaan vektor percepatan dari gerak parabola. Karena tidak ada percepatan pada sumbu y, maka kita menuliskan angka 0. Kenapa di tulis? Karena benda bergerak juga di sumbu x, jadi sebaiknya ditulis saja angka 0-nya.


Mari kita lihat vektor kecepatannya. Menurut pemahaman kinematika vektor, vektor kecepatan adalah hasil dari pengintegralan vektor percepatan, maka kita integralkan vektor percepatan di atas dan akan menghasilkan :

v = Cx i + (-gt + Cy) j    m/s

Dengan Cx dan Cy adalah konstanta pengintegralan dari masing-masing sumbu koordinat. Nilai Cx dan Cy adalah nilai kecepatan mula-mula pada masing-masing sumbu, jadi bisa kita terapkan Cx = Vo cos(alpha) dan Cy = Vo sin(alpha), dimana alpha adalah sudut elevasi lemparan. Maka vektor kecepatan yang lengkap adalah :

v = Vo cos(alpha) i + (-gt + Vo sin(alpha)) j    m/s

Inilah vektor kecepatan gerak parabola di setiap titik dan di setiap waktu.

Mari kita analisis dulu arti fisis dari vektor kecepatan ini. Gerakan benda pada sumbu x sama sekali tidak melibatkan faktor waktu, artinya dari detik ke-0 sampai detik ke-t, kecepatan benda tidak berubah, selalu Vo cos(alpha), hal ini menyatakan gerak pada sumbu x adalah Gerak Lurus Beraturan (GLB). Sementara kecepatan benda di sumbu y dipengaruhi oleh waktu secara linier, artinya gerak pada sumbu y adalah Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Maka gerak parabola adalah gabungan dari gerak GLB pada sumbu x dan gerak GLBB pada sumbu y.

Selain itu. kecepatan pada sumbu y mengindikasikan hal yang lain, yaitu kecepatannya paling besar pada t = 0, yaitu Vo sin(alpha), setelah itu kecepatan ini makin berkurang terus dengan faktor g.t sampai akhirnya kecepatan di sumbu y bisa menjadi 0 dan semakin lama kembali menjadi semakin besar. Pada saat kecepatannya 0 ini adalah ketinggian maksimum yang bisa dicapai oleh benda. Masukkan saja


Vy =0
-gt + Vo sin(alpha) = 0
t = Vo sin(alpha) / g

ini adalah waktu yang diperlukan benda untuk mencapai titik tertinggi, kita sebut saja waktu ini sebagai tp. Karena lintasan benda adalah parabola yang simetri, maka waktu benda jatuh kembali ke tanah adalah 2tp.

Vektor kecepatan juga memudahkan untuk mencari kecepatan benda di setiap titik, karena kita memiliki rumus besar vektor, yaitu :

V = akar( (Vo cos(alpha))^2 + (-gt + Vo sin(alpha))^2 )

Sekarang mari kita lihat vektor posisinya. Pemahaman kinematika vektor menyatakan bahwa vektor posisi adalah hasil pengintegralan vektor kecepatan, maka tinggal diintegralkan saja vektor kecepatan gerak parabola di atas maka kita akan mempunyai vektor posisi sbb. :

r = (Vo.t cos(alpha) + Cx) i + (-1/2 gt^2 + Vo.t sin(alpha) + Cy) j   m

Cx dan Cy tentu saja adalah konstata integral yang artinya adalah nilai posisi mula-mula. Karena posisi mula-mula kita hitung dari posisi koordinat awal, maka tentu Cx dan Cy adalah 0, maka vektor posisi yang lengkap adalah :

r = Vo.t cos(alpha) i + (-1/2 g.t^2 + Vo.t sin(alpha)) j   m

vektor ini menyatakan jarak yang ditempuh benda sepanjang sumbu x dan sumbu y. Dari sini kita bisa menentukan nilai ketinggian maksimum (h maks). Caranya masukkan nilai tp ke posisi pada sumbu y :

h maks = -1/2 g.tp^2 + Vo.tp sin(alpha)
h maks = -1/2 g.(Vo sin(alpha) / g)^2 + Vo.(Vo sin(alpha) / g) sin(alpha)

otak atik sdikit, maka diperoleh :

h maks = Vo^2.sin(alpha)^2 / 2g

Inilah ketinggian maksimum yang mampu dicapai oleh benda. Lalu bagaimana dengan jarak titik jatuhnya? Masukkan waktu jatuh (2tp) ke dalam posisi di sumbu x, maka :

x maks = Vo.(2tp).cos(alpha)
x maks = Vo.(2.Vo sin(alpha)/g).cos(alpha)

otak-atik sdikit, maka diperoleh :

x maks = 2.Vo^2.sin(alpha).cos(alpha) / g

atau dengan menerapkan persamaan trigonometri : sin(2.alpha) = 2.sin(alpha).cos(alpha), maka :

x maks = Vo^2.sin(2.alpha) / g

Persamaan kinematika vektor untuk gerak parabola di atas boleh dikatakan adalah persamaan sakti untuk gerak parabola, karena melalui 3 persamaan tersebut di atas (percepatan, kecepatan dan posisi) maka kita bisa menganalisis gerakan parabola yang terjadi, baik pada masa lalu,masa sekarang dan masa depan. Woooww... luar biasa bukan persamaan kinematika vektor....

Hanya saja persamaan di atas tidak memperhitungkan satu hal, yaitu pengaruh hambatan udara. Jika kita masukkan hambatan udara, maka pembahasan akan membutuhkan perhitungan kalkulus yang lebih lanjut (seperti yang dibahas Gurufisikamuda pada artikel GJB + gaya Gesekan Udara?) dan bentuknya bukan lagi parabola sempurna, meskipun demikian hal inilah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang real. Apalagi jika ingin menganalisis misalnya pergerakan rudal antar benua yang gerakan parabolnya menempuh ribuan kilometer, maka efek gaya coriolis Bumipun perlu diperhitungkan.

Friday, 29 July 2011

Nikel Aliansi Para Logam




“Na..na…na…!! hmm…hmm….hmm…!!”gumam Nikel (Ni) pelan sambil berjalan hilir mudik didepan Besi (Fe) dan Krom (Cr). Mereka bertiga sedang menunggu manusia untuk membantunya membuat campuran logam tahan asam atau yang disebut Nikrom.
“Nikel..! kau bisa diam tidak? Dari tadi jalan terus hilir mudik kayak setrikaan, bentar lagi kita kan mau bantu manusia buat….apa sih?Krom! manusia tadi bilang apa ya, aku lupa lagi, kita-kita ini mau dipadukan lalu namanya perpaduan kita itu apa lupa lagi?”teriak Besi
“Campuran logam tahan asam! itu yang disebut Nikrom” jawab Krom
“Iya, itu…Nikrom, kau duduklah sebentar Nik, jangan hilir mudik mulu”
“Besi, aku gugup…aku kan baru sekarang mau dipadukan dengan kau dan si Krom, kalau dengan Tembaga dalam membuat koin/Monel aku sering” sahut Nikel (Ni)
“Iya duduk dulu, sebentar lagi manusia-manusia itu datang, tumben kau merasa gugup, biasanya juga kalau denganku bantu manusia membuat sendok makan biasa aja tuh” balas Besi
“Itukan sering Besi! Mendadak rewel sih kau ini, tapi ngomong-ngomong kau berapa % sih nyumbang tubuhmu buat Nikrom itu?”tanya Nikel sambil berhenti melangkah dan menatap kearah Besi
“Aku, Cuma 25%” sahut Besi balik menatap
“Kau Krom?berapa %?”Tanya Nikel lagi pada Krom
“15%lah ngapain banyak-banyak?”jawab Krom (Cr)
“Berarti aku yang paling banyak 60%”
“Gak papalah buat Monel juga kau 60% kan daripada Tembaga yang 40%, amal…nik,amal!”teriak Besi
“Amal sih amal, tapi lama-lama aku bisa habis juga”
“Mang sejak kapan sih, kau suka jadi aliansi para logam?”Krom yang bertanya
“Ya sejak manusia bernama Axel Crostedt tahun1751 menemukanku, sejak saat itu aku banyak diburu, selain pelapis logam tahan karat tentunya, aku bersama Tembaga memulai karier cie…karier, jadi mata uang di Amerika serikat dan Switzerland” jawab Nikel
“Wah, enak dong pernah  jadi mata uang negara Adi kuasa” komentar Krom
“Itu dulu, waktu jadi mata uang syiling ya, secara dia itu putih mengkilat ha..ha…” ejek Besi
“Gak bosan apa jadi aliansi para logam terus?” tanya Krom lagi
“Enggak sih, tapi selain jadi aliansi para logam sekali-kali aku juga suka jadi katalis reaksi adisi H2 dalam membantu manusia membuat mentega atau margarin”
“Oya, enak ya, tapi manusia-manusia itu pada kemana ya?kok belum datang juga sih?”kata Krom sambil berdiri melirik kesana kemari
“Iya nih, padahal ditempatku rasanya suhunya sudah mencapai 3005K, aku bisa mendidih nih” kata Nikel
“Ah masa, ditempatku adem-adem aja tuh” sahut Besi masih duduk acuh tak acuh
“Ya sudah, bagaimana kalau kita pulang dulu kerumah masing-masing entar kita kumpul lagi disini, oya Nik, aku tidak tahu rumahmu, bagaimana nanti menghubunginya?” Tanya Krom lagi
“Gampang Rumahku dekat Paladium sama Platina kok, jemput aja entar di kampung Sistem Periodik Unsur di gang 4 blok VIIIB nomor rumah 28” jawab Nikel
“Masih seblok sama aku, entar sama-sama aja lah jemputnya” sahut Besi lagi
“Boleh, oya aku lupa kata manusia selain membuat Nikrom kita juga kedepannya ada rencana buat baja Stainless Steel “sahut Krom
“Buat apa baja kayak gitu?” Tanya Besi
“Katanya sih buat pembuatan rel kereta api, senapan dan thank”
“Oh, ya sudah, aku juga mau membantu manusia membuat campuran logam electroplating dulu, nanti jangan lupa ya Krom jemput aku” kata Nikel
“Oke nik, selamat bertugas!”